Selasa, 20 November 2007

surat terbuka untuk V-arin

Tanpa sadar yang telah pudar

Akupun telah menusuknya dari belakang

Menghunus dengan pedang

Dia tentu menoleh sejenak

Mengatakan pesan terakhir

Bajingan kau!!! Keparat!!!

Katanya padaku

Betapa dia mencintaiku

Sedangkan aku padanya ?

Betapa dia menyayangiku

Sedangkan aku padanya?

Betapa dia mempercayaiku

Sedangkan aku padanya?

Ternyata aku telah berkhianat

Pada teman yang begitu dekat

Maafkan jika aku menyakitimu

Sendiri!!!

Itulah yang kurasakan

Keberadaanmu pun terkadang tak ada wujudnya dalam hatiku

Aku tetap sendiri

Maafkan aku yang selalu membutuhkanmu

Menyusahkan hatimu pun badanmu

Bunuhlah aku jika kau mau

Untuk menenangkan hatimu

Sebelum kau benar-benar pergi dari mataku

Bakarlah aku hingga hangus

Jika abu tubuhku membuatmu tertawa lepas

Maafkan, aku salah

Aku yang sombong betapa lemah

Aku pun ingin pembelaan dari orang lain biar tak kalah

Aku yang sombong ini lumpuh

Kalau temanku tak penuhi inginku dengan kukuh

Maafkan aku

Yang telah membuatmu marah lalu menangis

Semua karena ketololanku

Wisma An-Nisa Geger Kalong Girang No 27,

15 Oktober 2007, hari Kamis

Teruntuk temanku yang berada di Bogor

Tersakiti hingga relung hati

Sore ini gerimis

Hatiku pun menangis

Mengingatmu yang sedang teriris

Luka yang tak pernah habis

Aku pun teringat lagu yang sering ku lantunkan pada saat ku masih bocah duduk di kelas dua smp

Hatiku sedih, hatiku gundah

Tak ingin pergi berpisah

Hatiku bertanya hatiku curiga

Mungkinkah ku temui kebahagaian seperti di sini

Sahabat yang selalu ada

Dalam suka dan duka

Sahabat yang selalu ada

Dalam suka dan duka

Pergi lara sedih

Pergi lah resah

Janganlah terlalu banyak beprasangka

Pergilah gundah

Lihat segalanya lebih dekat

Dan kau

Mengapa bintang bersinar

Mengapa air mengalir

Mengapa dunia berputar

Lihatlah segalanya

Lebih dekat

Dan kau akan mengerti

The First Cadar pejuang_lumutan1924


Ahad, 11 November 2007, gw bareng anak-anak TPA maen ke Pondok Hijau tempat villa-villa megah berdiri di kawasan kaki gunung Tangkuban Perahu. Bersenang-senang melepaskan kelelahan enam hari yang telah lewat, mungkin lebih tepatnya tafakur alam. Memikirkan ciptaan-Nya, mendekat diri pada-Nya melalui karya-Nya. Mereka yang gw anggap anak-anak sendiri (bapaknya mana??!!) merasa terhibur, hanya dengan jalan kaki, berlari-lari, tebak-tebakkan. Mungkin itu cukup buat mereka.

Terik matahari mengajak gw dan mereka segera pulang dengan membawa oleh-oleh kelelahan. Meski capek suasana ceria masih tersirat di wajah mereka. Gw pun begitu. Di jalan menuju pulang, gw tertarik dengan toko pernak-pernik jahit-menjahit. Gw pun bernostagila, dulu gw pernah belajar menjahit. Tanpa ba-bi-bu gw ngeluarin dwit yang pas-pas-an beli benang, jarum juga kancing jepret. Entahlah untuk apa, yang jelas gw kangen masa lalu.

Sesampai di kos-an, lelah payah menyuruh gw istirahat sejenak. Alat jahit yang baru dibeli dibiarkan tergeletak di lantai, gw pun terkapar.

Setelah lelah reda gw pun menumpahkan kerinduan mendalam , memotong khimar hitam yang usang. Memasukkan benang ke dalam lubang jarum, gw pun tenggelam dalam jahitan. Uhhhhh.

Nah, udah jadi deh. Gw bikin cadar pertama dengan jahitan tangan sendiri. The first cadar pejuang_lumutan1924.

Untuk uji coba, hari ini juga gw pake cadar ke warung. Emang siapa yang kenal. Lagian di daerah Gerlong, nggak terlalu aneh akhwat yang pake cadar. Emaaaak, cadarnya terbang. Malu niiih. Ooo, sepertinya cadar bagian bawahnya harus dikancingin ke kerudung atau dikasih peniti. Ternyata pake cadar tuh sesak nafas juga yah. Tapi nggak apa-apa, “cadarku untuk Tuhanku.”

Senin, 12 November 2007. hari pertama gw pake cadar ke kampus. Semua mata tertuju ke gw. So what? Kayak artis! J gw terdiam di depan lab bahasa, pas di depan pintu temen-temen pada aneh, takjub kali yah. Dosen pun jadi ngeliatin gw terus, dalam hati “tenang Ustadz gw bukan teroris kok”

Lucunya waktu ganti pelajaran eh mata kuliah, itu artinya pindah kelas juga pindah gedung, gw yang lagi jongkok nunggu kelas kosong, diliatin kakak kelas, emang gw ikan di akuarium. Sampe temen (kakak kelas) izin keluar, cuma buat mastiin yang pake cadar tuh pejuang_lumutan1924 atau bukan. Dia ngeliatin gw simetris, berbanding lurus dengan tempat gw jonkok. Gw ketawa ngakak di balik cadar, mana dia tahu. Yah ampun. Gw mendonkakkan kepala, “woy ini gw!” “subhanallah, drastis!”coment yang pertama kali gw denger dari dia. Yah mungkin itu yang disebut revolusi diri.

Kawan, di manapun kalian berada. Tadinya gw Cuma mau belajar pake cadar, eh kalian nganggap serius. Gw sampe dikejar-kejar, kayak artis yang menghindar dari wartawan. Tapi bukan pejuang_lumutan1924 kalo gw pengecut. Plizzzz, gw juga manusia, adakalanya deg-deg-an menghadapi kalian, adakalanya nyantai seperti pejuang_lumutan1924 di hari-hari biasa. Ya, gw tahu bangets ilmu kalian lebih dari gw, so pasti! Gw anak ingusan yang baru ngeh Islam. Plizzz, jangan hakimi gw dengan sejumlah dalil yang kalian miliki. Masalah ini (gw pake cadar) gw pun ngantongin tiga pendapat, ada yang berpendapat wajib juga, ada juga yang sunnah, juga ada yang bilang mubah. Blibet banget seh. Kawan, gw juga nggak semahir kalian yang bisa mentarjih dalil, mana dalil yang paling rajih. Ilmu gw cuma 0.01 % mungkin lebih kecil dari atom. Gw punya alasan sendiri, kenapa gw pake cadar saat ini. Kalian pasti tahu, menundukkan pandangan itu wajib kan? Mungkin karena itulah gw termotivasi pake cadar. Menundukkan pandangan gw juga kalian. Meski gw nggak cantik, tapi tetep manis en imut kan? (swory, narsis!) setidaknya itu pengakuan temen-temen (maaf, geer!). yang jelas begitu sulit buat gw, biar bisa menundukkan pandangan yang juga bisa berpengaruh ke hati. Dari mata turun ke hati, jagalah mata jagalah hati. Walaupun memang, menundukkan pandangan nggak mesti pake cadar kan? Ya, iyalah. “biarkanlah aku menjaga mataku, menjaga hatiku, menjaga matamu, menjaga hatimu, menjaga mata kalian, menjaga hati kalian” mungkin amalan ini yang cuma bisa gw lakuin untuk Tuhan.

Gw tetep temen kalian kan? Yang memberi keceriaan, walau kalian nggak ngeliat senyum simpul yang tersungging dari bibir gw lagi, gw tetep lucu, imut, semoga masih militan. “cadarku bukan untuk kalian, tapi cadarku persembahan untuk Tuhan”

Thanx 4 all.

kurampungkan curahan hati yang tertunda,

Senin, 19 November 2007, pukul 21.12 WIB


Salam cinta


pejuang_lumutan1924


november begitu kelabu, penuh dengan debu

magma hati telah membludak menjadi goresan-goresan lahar tak beraturan

hujan batu menjadi tangisan yang menggelegar

menangis semalam di kebingungan karena kalian!

pejuang_lumutan1924 Mimpi ke Langit



Di kamar dengan ukuran empat kali tiga meter, di sebuah rumah tua yang terletak di SPN Lido, aku terbaring menatap langit-langit, menanti mata terpejam padahal hari sudah larut malam. Hingga akhirnya aku terbawa mimpi. Tidak tanggung-tanggung, aku mimpi ke langit.

aku pergi ke langit

dengan kepak sayap ringkih

di langit

aku ingin bertemu bulan

bisikan mimpi tadi malam

aku ingin bertemu dengan bintang

mesti terbakar, aku ingin katakan

“aku ingin sepertimu, bercahaya untuk semesta alam”

ku ukir mimpi di langit

meski sulit

mengukir mimpi dengan hidup yang pahit

walau tangan kaki harus sakit

Ya, pejuang_lumutan1924 pernah mimpi ke langit. Mengukir cita-cita setinggi langit, meski tak yakin mampu dengan segala keterbatasan. Pertama, pejuang_lumutan1924 pengen mensukseskan misi 1410. Sebenarnya ada dua misi 1410, tapi yang satu lagi rahasia. Misi itu mengumpulkan 1410 kitab,diupayakan minimal 2 buku per bulan (nyampe nggak yah?) dengan cara apapun yang penting halal. Bisa dengan menjarah tapi halal (kok bisa?), mencopet tapi halal (?), memaksa dengan rayuan (hah?) hehehe. Just kidding! Biasanya sih beli sendiri (walaupun kredit). pejuang_lumutan1924, bela-belain nggak makan karena beli buku seharga 70 ribu. 70 ribu = uang makan 1 minggu, itu artinya nggak makan 1 minggu. Untungnya pejuang_lumutan1924 dibekali oleh bundanya ikan asin kesukaannya terutama ikan jafuh rasa keju (ada gitu?).

Kedua, pejuang_lumutan1924 pengen ngelola perpustakaan pribadi terbuka untuk umum. Ketiga, pejuang_lumutan1924 pengen ngelanjutin sekolah ke King Saud University, kalau masih ada pengen ketemu Prof. Dr. M.M. Azami, Guru Besar bidang hadits. Kenapa nggak ke al-Azhar Kairo aza? Yah nanti jawabannya di mimpi berikutnya. Mimpi keempat, Haji bareng Ayah dan Bunda, kenapa milih King Saud bukan al-Azhar Kairo, soalnya kalo ntar haji bareng kan aku nggak ongkosan lagi. Hohohoho. Kalo sekolah di Mesir harus nyebrang sungai Nil dulu, gimana kalo ketemu buaya darat versi Nil? Gedubrak! Ya, sudah lupakan. Yang kelima, setelah berhaji, pejuang_lumutan1924 pengen tamasya ke Palestina, bermain petak umpet dengan rudal, berlari-lari dengan peluru-peluru yang saling susul menyusul, kalo udah cape aku pengen mandi dengan danau darah para syuhada. Meski diri ini pernah berkata, apakah aku sanggup? Pertanyaan itu menciutkan mimpi yang ku rajut, yang ku tempel di dinding kamar. Aku sakit. Hari-hariku adalah mengulang ulang kesakitan. TIDAK! Aku pasti sembuh. Apapun keadaanku adalah kebaikan dari Tuhanku. OK? Mimpi selanjutnya, Rabb-ku izinkan aku mati sebagai syahidah, bertemu dengan senyuman manis nan imut dariku.

Ya Rabb, kabulkan segala inginku

Ya Rabb, penuhi segala pintaku

Ya Rabb, wujudkan semua mimpiku

Ya Rabb, aku ikhlas atas segala keputusan-Mu

20 November 2007, 5:46 AM

WismAn, Geger Kalong Girang No. 27, lantai 2

doakan kebaikan untukku kawan!

Salam Cinta

pejuang_lumutan1924

Sabtu, 17 November 2007

PULANG


angin begitu kencang

memaksa aku terbang

aku tak mau mengawang

karena aku lupa jalan pulang

mestinya, pulang adalah senang

hanya tak tenang

meninggalkan memori terkenang

harusnya, pulang adalah indah

tapi tak mudah

saat ini aku tak mau berpisah

dengan para pejuang syariah

suatu hari nanti

aku pulang pasti

dijemput izrail pun sekali

masa yang akan tiba

aku pasti pulang segera

bertemu dengan Kekasih yang tercinta

sebelum aku pulang

aku ingin menyimpul benang

bekerja untuk-Nya dengan senang

Kekasihku…

sebenarnya aku rindu

begitu menggebu

ingin berjumpa dengan-Mu

sebelum sebelum pertemuan indah itu

aku ingin mempersiapkan karya terbaikku

untuk-Mu, Tuhan yang satu

Jumat, 16 November 2007

aku cemburu pada mereka

teruntuk suamiku yang akan datang di suatu hari

suamiku yang akan datang di suatu hari nanti

aku menunggumu hari ini

aku ingin mengabarkan isi hati

bahwa aku cemburu pada mereka


suamiku yang akan datang di suatu hari

meski cincin besi belum melingkar di jari

cemburu lebih dulu menghampiri

tahukah engkau

kenapa aku ini?

dilanda gemuruh cemburu

pada mereka yang sedang menantimu

di dipan-dipan yang terbuat dari emas


suamiku yang akan datang di suatu hari

padahal aku belum pernah bertemu denganmu

aku tidak tahu siapa kamu

aku pun tak mengenalmu

dan tak tahu engkau dimana

sedang apa engkau sekarang

apa yang harus aku lakukan

cemburu datang lebih pagi

pada mereka istri-istrimu yang bermata jeli

menantimu sang mujahid


suamiku yang akan datang suatu hari

aku ingin ungkapkan isi hati

bahwa aku iri

pada gadis-gadis yang suci

yang tak akan pernah tua walau zaman berganti

mereka tetap cantik menawan hati

itulah yang Tuhan janjikan

untukmu sang mujahid


suamiku yang akan datang suatu hari

ketika engkau datang padaku

untuk mengadakan mitsaqan ghalizan

perjanjian yang mengikat lagi berat

izinkan aku mengajukan syarat

bahwa aku ingin bersamamu dekat

walau dunia sesaat


suamiku yang akan datang suatu hari

aku ingin ada di sampingmu tak ingin pergi

meski aku harus ikut denganmu ke medan jihad

aku ingin menjagamu di kedinginan malam

akan aku buatkan sup untuk menghangatkan badan

aku ingin membantumu saat terik mentari menyengat

mempersiapkan senjata-senjata yang berat

atau sekedar memberi semangat

allahu akbar… allahu akbar…hayya ‘alal jihad…


suamiku yang akan datang suatu hari

aku katakan hari ini

bahwa aku cemburu pada mereka

istri-istrimu yang bermata jeli

bidadari-bidadari jannah yang dijanjikan Ilahi

untukmu sang mujahid


suamiku yang akan datang suatu hari

aku tak ingin sia-siakan waktu yang sesaat

ku coba ukir kenangan manis yang kan kau ingat

ketika ruh-mu berpisah dengan jasad

mujahidku syahid di medan jihad

biarkan aku menangisi kepergianmu

karena aku cemburu

perawan-perawan suci berseri-seri

menjemputmu di gerbang syurga yang dirahmati


suamiku yang akan datang suatu hari

aku cemburu pada mereka

engkau bersenda gurau di beranda

sedang aku duduk sendiri di sudut jendela


suamiku yang akan datang suatu hari

aku hanya mampu mengantarmu sampai sini

pergilah bersama mereka

aku memang cemburu

tapi aku rela

pergilah bersama mereka

jangan biarkan mereka menunggu lama


suamiku yang akan datang suatu hari

terimakasih kau telah bersamaku

meski hanya di dunia

suamiku yang akan datang suatu hari

itulah yang akan ku katakan padamu

suatu hari yang tak pasti


suamiku yang akan datang suatu hari

ku tulis risalah ini

aku kirimkan padamu

yang entah ada dimana




kota bunga, 10 November 2007

malam ini langit menangis lebat

Geger Kalong Girang membeku, menyisakan kedinginan

pejuang_lumutan1924

Kamis, 15 November 2007

KAJIAN AYAT:

al-Quran Surat ar-Rum Ayat 30

  1. TAFSIR AYAT

بسم الله الرحمن الر حيم

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفاً فَطْرَةَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَالاَتَبْدِ يْلُ لِخَلْقِ اللهِ ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقِيَمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُوْنَ

Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada (agama) Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

(QS. Ar-Rum [30]: 30)

Allah Swt berfirmsn Fa Aqim wajhaka li ad-din hanifa (hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama Allah). Menurut Mujahid, Ikrimah1, al-Jazairi, Ibnu al-Athiyah, Abu al-Qasim al-Kalbi, dan al-Zuhayli2, kata ad-din bermakna din al-Islam. Sedangkan menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, kata ad-din bermakna agama Ibrahim yang hanif.

Adapun kata hanif artinya cenderung pada jalan luurs dan meninggalkan kesesatan.3 hadapkanlah wajahmu dengan lurus adalah perintah yang mengharuskan manusia menghadapkan wajah pada din al-Islam dengan pandangan lurus, tidak memalingkan wajah terhadap agama-agama selain Islam. Ayat ini mengandung perintah agar manusia menerima Islam dengan totalitas, berjalan di muka bumi ini hanya dengan Islam bukan dengan lain, sebagaimana dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 208.

Selanjutnya fithrah Allah al-lati fathara an-nas alayha (tetaplah atas fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu). Secara bahasa, fithrah berasal dari kata fathara – yafthuru – fathr[an] wa futhr[an] wa fithrat[an] yang berarti pecah, belah, berbuka, mencipta. Jika dikatakan, Fathar Allah, artinya Allah menciptakan. Menurut sebagian mufasir, kata fithrah Allah berarti kecenderungan dan kesediaan manusia terhadap agama yang haq.4 Sebab fithrah diciptakan Allah swt. untuk cenderung pada tauhid dan din al-Islam sehingga manusia tidak bisa menolak dan mengingkarinya.5

Menurut mufasir seperti Mujahid, Qatadah,6 Ibnu Abbas,7 Abu Hurairah dan Ibnu Syihab 8 memaknai fithrah dengan Islam dan Tauhid. 9 Para Mufasir di atas menafsirkan fithrah dengan Islam karena manusia diciptakan untuk memenuhi fithrahnya. Telah ditegaskan bahwa jin dan manusia diciptakan Allah swt untuk beribadah kepada-Nya (terdapat dalam QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).

Allah Swt berfirman lantabdila li khalqilah (tidak ada perubahan atas fithrah Allah). Menurut Ibnu Abbas, Ibrahim an-Nakha’i, Said bin Jubair, Mujahid, Ikrimah, Qatadah, adh-Dhahak, dan Ibnu Zaid, li khalqilah maksudnya li dinillah.10

Allah Swt. menutup ayat ini dengan firman-Nya Dzalika ad-din al-qayyim walakinna aktsara an-nas la ya’lamun (itulah agama yang lurus, tetapip kebanyakan manusia tidak mengetahui). Allah Swt. menegaskan, perintah untuk mengikuti agama tauhid dan berpegang teguh pada syariah dan fithrah yang sehat itu adalah agama yang lurus. 11

  1. PENJELASAN

v Kembali ke Fithrah

Dari tafsir al-Qur’an surat ar-Rum ayat 30 di atas sudah dijelaskan bahwa fithrahnya manusia adalah kembali pada agama tauhid yakni Islam. Fithrahnya manusia adalah mengakui eksistensi Allah Swt. sebagai Tuhannya.

وإذأخذربك من بني أ دم من ظهور هم ذريتهم وأشهدهم على أنفشهم الست بربكم قالوابلى شهدنا أن تقولويوم القيمة إناكناعن هذاغفلين ( الأعراف : 172 )

“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab, “betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”

Tidak sesuai dengan fithrah jika manusia mengambil agama selain Islam. Begitupun manusia yang tidak menggunakan akalnya untuk tidak beragama atau ateis. Dia mengingkari fithrahnya.

Allah Swt menciptakan manusia berikut dengan potensi-potensinya. Salah satu potensinya adalah Gharizah Tadayyun, naluri mentaqdiskan sesuatu. Naluri ini muncul karena manusia merasa lemah dan terbatas sehingga membutuhkan sesuatu yang dianggap “ lebih.” Sebenarnya manusia akan selalu butuh “ Tuhan ” dalam hidupnya. Bagaimana tidak, manusia tidak selamanya kuat pasti adakalnya lemah, suatu saat manusia itu lahir tapi manusia pun akan mengakhiri masa hidupnya, manusia merasa lapar, haus, lelah, ngantuk, dan lain-lain. Itulah bukti bahwa manusia ini terbatas. Gharizah Tadayyun ini tidak bisa dihilangkan, akan selalu melekat dalam diri, meski manusia tersebut mengingkarinya. Gharizah Tadayyun dituntun dengan potensi akal untuk mencari Tuhan. Jika pencarian itu benar, dia hanya akan menuhankan Allah Swt. saja. Maka Gharizah Tadayyun selaras dengan fithrah. Tapi jika manusia itu mencari Tuhan selain Allah Swt, maka dia telah menyalahi fithrahnya.

Manusia akan sesuai fithrahnya jika menerima Islam apa adanya, mengembannya dengan totalitas. Sesungguhnya tidak dikatakan fithrah ketika manusia memalingkan diri dari agama yang lurus ini, tidak menjadikan Islam sebagai tuntunan hidup dalam seluruh aspek kehidupan.

يأيهاالذين امنواادخلوافى السلم كا فة ولاتتبعواخطوتالشيطن إنه لكم عدومبين( البقرة : 208 (

“ Wahai orang-orang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”

Menjalankan ibadah yang diperintahkan Allah Swt. juga berarti memenuhi fithrahnya, seperti dalam al-Quran surat adz-Dzariyat ayat 56

وما خلقت الجن والإنس الّا ليعبدون

“ Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah padaku”

v Penyimpangan Terhadap Fithrah

Fithrah merupakan ciri kemanusiaan manusia. Fithrah berfungsi memanusiakan manusia. Apabila manusia meninggalkan fithrahnya maka dia meninggalkan ciri kemanusiaan sebagai manusia. Apa jadinya jika manusia meninggalkan sisi kemanusiaannya. Masihkah pantas manusia tersebut disebut manusia? Manusia yang meninggalkan fithrahnya (baca Islam) hanya untuk memenitngkan hawa nafsunya, maka manusia tersebut tidak lebih dari binatang ternak, bahkan lebih rendah dari itu.

أرأيت من اتخذإلهه هواه أفأنت تكون عليه وكيلا (43) أم تحشب أن أكثرهم يشمعون أويعقلون إن هم ألا كا لأ نعام بل هم أضل سبيلا (44)

“ Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya. Apakah kamu dapat menjadi pelindung atasnya? Ataukah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar tau memahami?mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya.” (QS. Al-Furqan [25]: 43-44)

Begitupun fithrah tidak menghendaki manusia untuk berdaulat, yakni berwenang membuat aturan baru untuknya atau untuk manusia lainnya. Hal ini menyalahi fithrahnya. Telah dijelaskan bahwa fithrah manusia mengakui Allah Swt. sebagai Rabb. Berati tugas Tuhanlah menciptakan makhluk, plus mengatur dengan aturan mainnya yang terinci dalam al-Quran dan as-Sunnah. Ketika manusia berpaling dari aturan-Nya dan memposisikan diri sebagai Tuhan yang membuat aturan, maka Allah Swt. tidak segan-segan mencelanya dengan celaan yang buruk. Allah Swt. menyebut hukum buatan manusia sebagai hukum thagut atau hukum syetan.

“ Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thagut, padahal merka telah diperintahkan untuk mengingkari thagut itu. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya” (QS. an-Nisa [4]: 60)

“Barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir” (QS. al-Maidah [5]: 44)

Allah Swt. pun mencela orang-orang yang membuat dan menggunakan aturan manusia dengan predikat dzalim (dalam QS. al-Maidah: 45) juga disebut fasik (terdapat dalam QS. al-Maidah ayat 47 dan 49)

Bagi manusia yang tidak kembali pada fithrahnya, tidak mengindahkan peringatan Allah Swt. dalam al-Quran dan as-Sunnah maka kehidupan yang sempitlah yang akan diterimanya.

“Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit” (QS. Thaha [20]: 124)

v Memelihara Fithrah

Setelah disebutkan berbagai penyimpanagn fithrah, maka selanjutnya kita harus tahu berbagai antisipasi untuk menolak penyimpangan tersebut. Manusia akan rusak ketika meninggalkan fithrah. Oleh karena itu manusia harus kembali ke fithrahnya dan memeliharanya. Manusia akan selamat dengan beragama tauhid maka berpegang teguhlah, pegang erat hingga jasad bercerai berai. Manusia akan sejahtera dengan Islam maka sebuah keharusan mengkaji, mengamalkan dan mendakwahkan Islam.

Ada tiga komponen yang sangat berpengaruh dalam pemeliharaan fithrah

1. Individu. Individu yang bertaqwa yang senantiasa menjaga fithrahnya. Individu yang beraqidah kokoh dan senanitasa mengimplementasikan Aqidah Islam dalam kehidupannya sehari-hari.

2. Lingkungan dan masyarakat. Individu yang bertaqwa tadi yang senantiasa memelihara fithrahnya tidak lepas dari pengaruh masyarakat. Lingkungan masyarakat sangat berpengaruh dalam pembinaan individu tersebut. Bisa jadi ketika lingkungan masyarakat yang buruk tidak mampu menjaga individu yang bertaqwa. Bagaimana tidak, adakalanya individu yang bertaqwa sedang mengalami futur, masyarakat yang buruk bukan memberikan solusi malah memperburuk keadaan individu tadi. Oleh karena itulah, kontrol masyarakat sangat penting untuk melaksanakan pembinaan secara tidak langsung terhadap individu-individu yang menjadi bagian dari masyarakat tadi. Standar baik dan benar dalam masyarakat tidak disesuaikan dengan suara mayoritas tapi standar kebenaran yang sesuai fithrah yaitu suara Tuhan.

3. Aturan yang tegas dari pemerintah. Apalah artinya individu dan masyarakat yang berusaha menjaga fithrahnya ketika tidak ada aturan yang diterapkan oleh pemerintahan. Diibaratkan kita punya susu mahal diimpor langsung dari Australia, tapi wadah untuk menampung susu yang mahal tersebut bocor, bolong. Susu mahal tidak ada gunanya malah akan tumpah kemana-mana. Negara pun berperan penting menjaga fithrah rakyatnya dengan menerapkan aturan sesuai dengan fithrah rakyatnya, yaitu menerapkan Islam. Pemerintah yang sesuai dengan fithrah tidak akan menyengsarakan rakyat di dunia dan akhirat. Pemerintah yang selaras dengan fithrah tidak akan pernah berani menerapkan undang-undang thagut.

Ketiga komponen di atas tidak bisa dipisahkan karena komponen yang satu dengan yang lainnya sangat berkaitan. Ketiga komponen tersebut akan menghasilkan peradaban yang sesuai dengan fithrah, yakni sesuai dengan ketentuan Allah Swt. Sudah selayaknya kita kembali ke fithrah, menerapkan Islam secara kaffah dalam stiap lini kehidupan. Islam sebagai agama fithrah yang mengitegrasikan individu bertaqwa, masyarakat Islami dan negara yang menerapkan syariat Islam yang agung. Wallahu ‘alam bi as-Shawab

Bandung, 10 November 2007

Catatan Kaki

1. As-Suyuti, ad-Durr al-Mantsur fi at-Tafsir al-Ma’tsŭr, V/298-299, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut. 1990

2. Abu Bakr al-Jaziri, Aysar at-Tafsir li Kalam al-‘Alliy al-Kabir, V/76, Nahr al-Khair tt. 1993; Ibnu al-‘Athiyyah al-Andalusi, al-Muharrar al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-‘Aziz, IV/ 336, Dar al-Kuutb al-Imiyah, Beirut. 1993; Abu al-Qasim bin Juzyi al-Kalbi, at-Tashil li ‘Ulum at-Tanzil, III/167, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut. 1995; az-Zuhayli, at-Tafsir Munîr, XXII/81, Dar al-Fikr, Beirut

3. az-Zuhayli, at-Tafsil al-Munîr. XXI/81

4. Sulaiman al-‘Ajili, al-Futuhat al-Ilâhiyah, VI/102, Dar al-Fikr, Beirut, 2003

5. Mahmud Hijazi, at-Tafsir al-Wadhih, III/ 27; az-Zamakhsyari, al-Kasysyaf, III/463, an-Nasafi, Madarik at-Tanzil, II/308.

6. Jamal ad-Din al-Jauzi, Zad al-Masir, VI/151

7. al-Baghawi, al-Ma’âlim at-Tanzil, Iii/415, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut. 1993

8. Sulaiman al-Ajili, al-Futuhât al-Illâhiyyah, VI/102

9. asy-Syawkani, Fath al-Qadir, IV/279, Dar al-Kuutb al-Ilmiyyah, Beirut. 1994

10. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’ân al-‘Azhim, III/533, Dar al-‘Alam al-Kutub, Riyadh. 1997

11. az-Zuhayli, at-Tafsir al-Munir,XX1/83

Fikri Tak Tahu Hati Izza


Pertemuan yang sudah direncanakan ! karena memang Izza berniat untuk menghadiri kajia intelektual yang diadakan oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM) keislaman di kampusnya. Tapi mana ia sangka moderator acara tersebut adalah teman seangkatan walau beda fakultas, beda jurusan pastinya, Fikri namanya.

Izza mengagumi Fikri, sama halnya ia mengagumi teman-teman yang lainnya sebagai aktivis mahasiswa yang memperjuangkan mabda islam.


Izza duduk manis di tempat yang disediakan untuk kaum hawa ( ya, iyalah!). Izza memperhatikan teman yang duduk di sebelahnya, Shopi. Shopi sedang memandang Fikri yang sedang mengemukakan prolog materi yang akan dibahas.

Husysy, gadhlul bashar neng! Izza menepak tangan Shopi yang menopang dagu. Tahu nggak sihh, kayaknya Izza dongkol tuh. Dongkol karena Shopi menatap Fikri dengan lekat, atau dongkol karena ada saingan. Entahlah!

“ Lambat laun kuncup kagum

Akan memekar menjadi bunga yang harum”

Mungkin itu yang Izza rasakan akhir-akhir ini.

“Rindu menjadi buah yang ranum

Ingin aku bertemu sekedar memberi senyum”

Izza yang kecil, masih kayak anak-anak, imut, yang suka ketawa-ketiwi,yang gokil, yang cengeng mengetuk pintu hati Fikri yang terlihat sudah dewasa itu melalui mimpi.

Tok…tok…tok…

Assalamualikum, Fikri

Aku datang membawa hati yang terkena virus

Virus yang membahayakan

Bahaya untukku, untukmu

Bisa jadi dakwah kita (cieeee, dakwah!)

Aku minta tolong

Buatkan antivirus yang sangat ampuh

Agar virus ini nggak menjalar

merusak file2 kehidupan kita sebagai aktivis dakwah

Buatkan antivirus yang ampuh

Setidaknya biar aku dan kamu nggak error

Aku mohon dengan sangat

Kalau aku nge-hang

Kamu mau kan me-refresh-ku dengan tausiyahmu?

(kenapa harus kamu yah?)

Kalau kamu nggak mau file tentangku ada di memorimu

Kamu jangan delete file itu untuk selamanya

Kamu cukup membuang ke recycle bin

Yang sewaktu-waktu file itu bisa kamu buka lagi

Walau kamu telah membuangnya

( kata Fikri: “lagian aku nggak punya file tentangmu tuh?”)

Gedubrakkkkk!

Fikri yang dari tadi Cuma mendengarkan dibalik daun pintu. Akhirnya membuka pintunya dengan senyum. Izza berbinar. Tapi, Byuuuurrrr. Fikri mengguyur Izza dengan air seember. Izza mematung. Nggak apa-apa deh basah juga, yang penting dah ngeliat Fikri Sang Pangeran Kodok.

Izzzzzzzzzzzzaaaaaaaaa, banguuuuuuuuuunnnn!!!!

Udah shubuhh.

Izza terbelalak. Kasur, bantal, selimut, baju tidurnya basah kuyup diguyur oleh Amirul Jihad yang nggak jelas tugasnya itu. Amirul jihad di kos-an Izza tugasnya ngagetin yang lagi bobo.

***

Bagaimana mungkin Izza bisa jatuh cinta. Eitts, Izza juga manusia, punya rasa punya hati. Serieus bangets.

“ dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Iutlah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik” (firman Tuhan dalam al-Quran Ali-Imran ayat 14)

Wajarkan, Izza punya ‘rasa’ cinta ke fikri? Yang nggak wajar tuh kalo Izza pacaran sama Fikri. Gemparlah dunia. Secara githu, Fikri kan aktivis dakwah. Juga Izza walaupun masih anak bawang. Kalo yang pacarannya bukan aktivis Islam, orang-orang pada adem ayem. Padahal pacaran tuh hukumnya dosa baik yang aktivis Islam kek ataupun yang bukan kek. Mungkin terkena hukum sosial kali ya, masa yang udah dipandang ‘ngeh’ Islam masih keliatan ngelakuin dosa. Jadi gimana githu. (Sudahlah. Harap tenang pembaca, nggak bakal kejadian kok. Plizz, jangan heboh dulu. Cerita belon kelar. Tarik mang!)

Izza mendiamkan ‘rasa’ itu tetap bersemayam dalam hatinya. Izza menyembunyikannya dalam benteng yang digembok rante besi, di balik benteng menjulang tinggi ada istana dari dinding beton yang kuat. Di dalam istana yang megah ada satu ruang kamar yang dikunci. Di dalam kamar itu ada lemari yang terbuat dari besi. Nah, di dalam lemari itu ada laci, di dalem laci ada kotak kecil, isinya love buat Fikri. Amat kecil memang cinta Izza buat Fikri tapi sangat berarti. Uhhh, so sweet.

Sampai pada akhirnya Izza memutuskan biarlah cinta itu terbang ke langit yang tinggi. Izza merelakan dia lepas dari hati yang pernah menyimpannya dan menjaganya. Apa pasal? Minder? Mungkin ya. Izza pikir, dia nggak cocok. Nggak cocok? Emang kapan jadian? Maksudnya Izza memutuskan untuk tidak mengharapkan dia lagi, karena Izza sudah nggak se-harakah lagi, beda pemikiran! Emang jodoh ditentukan harakah? Ya, enggak lah.

Ya, Izza sudah keluar dari harakah ozon. Begitu pun dia mengusir cinta yang telah bersemayam dalam hatinya.

“Maafkan aku Fikri, karena kau tak pernah tahu hatiku

Biarkan cinta itu terbang, pergi jauh dariku

Kalau pun takdir memutuskan, menjatuhkan cinta itu untuk ku lagi

Aku akan terima apa adanya” ucap Izza lirih yang memandang Fikri dari kejauhan.

Cerita ini fiktif, tidak ada rekayasa jika ada kesamaan tokoh, tempat, nama, de-el-el. Itu kayaknya kebetulan yanng menguntungkan

Seperti yang ditulis Izza untuk pejuang_lumutan1924